Riset Operasional
by sutrisno
Morse dan Kimball
Riset Operasi adalah suatu metode ilmiah yang
memungkinkan para manajer mengambil keputusan mengenai kegiatan yang ditangani
secara kuantitatif.
Churchman, Arkoff, dan
Arnoff
Riset Operasi merupakan aplikasi
metode-metode, teknik-teknik dan peralatanilmiah dalam menghadapi
masalah-masalah uang timbul dalam operasi perusahaandengan tujuan menemukan
pemecahan yang optimal.
Miller dan M.K.Star
Riset operasi adalah peralatan manajemen yang
menyatukan ilmu pengetahuan,matematika dan logika dalam rangka memecahkan
masalah yang dihadapi sehari-harisehingga dapat dipecahkan secara
optimal.Secara umum dapat diartikan bahwa Riset Operasi berkaitan dengan
prosespengambilan keputusan yang optimal dalam penyusunan model dari
sistem-sistem,baik deterministik maupun probabilistik, yang berasal dari
kehidupan nyata.
Penerapan Riset Operasi
Sejalan dengan pekembangan dunia industri dan
didukung dengan kemajuan dibidang komputer, Riset Operasi semakin diterapkan di
berbagai bidang untuk menangani masalah yang cukup kompleks. Berikut ini adalah
contoh-contoh penggunaan Riset Operasi dibeberapa bidang:
Akuntansi dan Keuangan:
·
Penentuan jumlah
kelayakan kredit
·
Alokasi modal
investasi dari berbagai alternatif
·
Peningkatan
efektivitas akuntansi biaya
·
Penugasan tim audit
secara efektif
Pemasaran :
·
Penentuan kombinasi
produk terbaik berdasarkan permintaan pasar
·
Alokasi iklan
diberbagai media
·
Penugasan tenaga
penjual kewilayah pemasaran secra efektif
·
Penempatan lokasi
gudang untuk meminimumkan biaya distribusi
·
Evaluasi kekuatan
pasar dari strategi pemasaran pesaing
Operasi Produksi :
·
Penentuan bahan baku
yang paling ekonomis untuk kebutuhan pelanggan
·
Meminimumkan
persediaan atau inventori
·
Penyeimbangan jalur
perakitan dengan berbagai jenis operasi
·
Peningkatan kualitas
operasi manufaktur
Model-Model Dalam Riset Operasi
Model adalah abstraksi atau penyederhanan
realitas sistem yang kompleks dimana hanya komponen-komponen yang relevan atau
faktor-faktor yang dominan dari masalah yang dianalisis diikutsertakan. Ia
menunjukkan hubungan-hubungan (langsung dan tidak langsung) dari aksi dan
reaksi dalam pengertian sebab dan akibat. Karena sebuah model adalah suatu
abstraksi realitas, ia akan tampak kurang kompleks dibandingkan realitas itu
sendiri. Model itu, agar menjadi lengkap, perlu mencerminkan semua realitas
yang sedang diteliti. Salah satu alasan pembentukan model adalah untuk
menemukan variabel-variabel yang penting atau menonjol. Penemuan
variabel-variabel yang penting itu berkaitan erat dengan penyelidikan hubungan
yang ada diantara variabel-variabel itu. Teknik-teknik kuantitatif seperti
statistik dan simulasi digunakan untuk menyelidiki hubungan yang ada diantara
banyak variabel dalam suatu model.
Dalam Riset Operasi dikenal beberapa bentuk
model yang menggambarkan karakteristik dan bentuk sistem suatu permasalahan.
Macam-macam model tersebut diantaranya :
1. Model Ikonik
Merupakan penyajian tiruan fisik seperti
tampak aslinya dengan skalayang lebih kecil. Model ikonik mudah untuk diamati,
dibentuk dandijelaskan, tetapi sulit untuk memanipulasi dan tidak berguna untuk
tujuanperamalan. Biasanya model ini menunjukkan peristiwa statistik. Model
initidak mengikutsertakan segi-segi sistem nyata yang tidak relevan
untukanalisa. Masih dimungkinkan membangun model ikonik sampai tigadimensi,
tetapi untuk persoalan dengan dimensi yang lebih tinggi adalahdiluar jangkauan
model ini, sebagai gantinya diperlukan model matematik.Contoh :Maket Gedung,
Model Automotif, dan Model Pesawat.
2. Model Analog
Merupakan model fisik tetapi tidak memiliki
bentuk yang mirip dengan yang dimodelkan atau lebih abstrak. Model analog lebih
mudah untuk memanipulasi dan dapat menunjukkan situasi dinamis. Model ini pada
umumnya lebih berguna dari pada model ikonik karena kapasitasnya yang besar
untuk menunjukkan ciri-ciri sistem yang dipelajari. Contoh: alat ukur
termometer yang menunjukan model tinggi rendahnya temperatur
3. Model simbolik
Merupakan model yang
menggunakan simbol-simbol (huruf, angka, bentuk, gambar, dan lain-lain) yang
menyajikan karakteristik dan properti dari suatu sistem. Contoh : jaringan
kerja (network diagram), diagram alif, flow char, dan lain-lain.
4. Model matematik
Mencakup model-model
yang mewakili situasi real sebuah sistem yangberupa fungsi matematik.
Diantara jenis model yang lain, modelmatematik sifatnya paling abstrak. Model
ini menggunakan seperangkatsimbol matematik untuk menunjukkan komponen-komponen
dari sistemnyata. Contoh : Pn = an. Po menyatakan model populasi mahluk hidup.Model
ini dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu, deterministikdan
probabilistik. Model deterministik dibentuk dalam situasi kepastian.model ini
memerlukan penyederhanaan-penyederhanaan dari realitaskarena kepastian jarang
terjadi. Namun, keuntungan model ini adalahbahwa ia dapat manipulasi dan
diselesaikan lebih mudah. Jadi, sistemyang rumit dapat dimodelkan dan dianalisa
jika dapat diasumsikan bahwasemua komponen sistem itu dapat diketahui dengan
pasti.Model probabilistik meliputi kasus-kasus dimana
diasumsikanketidakpastian. Meskipun penggabungan ketidakpastian dalam
modeldapat menghasilkan suatu penyajian sistem nyata yang lebih realistis,model
ini umumnya lebih sulit untuk dianalisa.
Sumber : Modul Riset Operasional BINUS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar